

Foto: BPBD Kota Cilegon dalam kegiatan Drill atau Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi dan Tsunami di Yayasan Bina Insani pada Kamis, 16 April 2026.
CILEGON – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, khususnya gempa bumi yang berpotensi menimbulkan tsunami, BPBD Kota Cilegon melalui bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana menggelar kegiatan drill atau Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi dan Tsunami. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana yang bertujuan untuk melatih kesiapan masyarakat serta seluruh unsur terkait dalam menghadapi situasi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026 bertempat di Yayasan Bina Insani, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulo Merak, dengan melibatkan berbagai unsur seperti BPBD, Muspika, Basarnas, unsur Kecamatan, Kelurahan, Destana, FPRB, PMI, relawan Pramuka, serta masyarakat sekitar. Simulasi ini dirancang menyerupai kondisi nyata, dimulai dari terjadinya gempa bumi dengan skala tertentu yang kemudian diikuti dengan peringatan dini potensi tsunami.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Pelaksana BPBD yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa latihan seperti ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan dalam menyelamatkan diri saat terjadi bencana. Selain itu, beliau juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi nyata, dimulai dari terjadinya gempa bumi dengan skala tertentu yang kemudian diikuti dengan peringatan dini potensi tsunami. Saat sirine tanda gempa dibunyikan, seluruh peserta diarahkan untuk melakukan tindakan penyelamatan diri seperti drop, cover, and hold on. Setelah itu, peserta segera melakukan evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan melalui jalur evakuasi yang aman.
Dalam simulasi ini juga diperagakan proses penyelamatan korban, pertolongan pertama, serta koordinasi antar tim penanggulangan bencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Selain itu, drill ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan sarana dan prasarana evakuasi, sistem komunikasi darurat, serta efektivitas koordinasi antar lembaga. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana, sehingga dapat meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian material. Kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam menghadapi bencana, dan latihan secara berkala menjadi langkah penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Sebagai penutup, kegiatan drill ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kapasitas dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di masa mendatang
Tanggal Berita: 17-04-2026